Air conditioner (AC)
Kamis, 10 Juni 2021
Jumat, 04 Juni 2021
Renungkan Kawan
RENUNGAN…
π BBG AL ILMU. π
π΄π΄π΄
Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..
Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan,
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..
π΄π΄π΄
Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,
Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dalam kehidupannya..
Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,
Ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya..
Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..
π΄π΄π΄
Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui..
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmatMu..
Bahwa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini….
Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allahu Rabbi tak pernah mengurangi ketetapanNya.
Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan Ilahi…
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain..
π΄π΄π΄
Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku.. Tapi rezekiku tahu dimana diriku..
Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah Ta’ala telah memerintahkannya menuju kepadaku…
Allah Ta’ala menjamin rezekiku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..
π΄π΄π΄
Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja.. Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..
Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..
Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..
π΄π΄π΄
Mereka lupa bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..
Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya..
Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki sang bayi, Ismail ‘alayhissalam
Ikhtiar itu perbuatan..
Rezeki itu kejutan..
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rezeki akan ditanya kelak..
“Darimana dan digunakan untuk apa”
Karena rezeki hanyalah “hak pakai”, bukan “hak milik”…
π΄π΄π΄
Halalnya saja dihisab..dan haramnya diadzab..!
Maka, aku tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain..
Bila aku iri pada rezeki orang, sudah seharusnya juga iri pada takdir kematiannya…. Astaghfirullah…
Nasihat Pagi Ini
T͟I͟P͟S͟ S͟E͟D͟E͟R͟H͟A͟N͟A͟
1. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ j͟a͟n͟t͟u͟n͟g͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ k͟e͟l͟e͟b͟i͟h͟a͟n͟ g͟a͟r͟a͟m
2. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ h͟a͟t͟i͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟a͟n͟ b͟e͟r͟l͟e͟m͟a͟k͟.
3. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ p͟e͟r͟u͟t͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟a͟n͟ d͟i͟n͟g͟i͟n͟.
4. J͟i͟k͟a͟ A͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ u͟s͟u͟s͟, g͟a͟n͟t͟i͟ j͟u͟n͟k͟ f͟o͟o͟d͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟a͟y͟u͟r͟a͟n͟
5. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ p͟a͟n͟k͟r͟e͟a͟s͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟ k͟e͟n͟y͟a͟n͟g͟.
6. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ G͟i͟n͟j͟a͟l͟, m͟i͟n͟u͟m͟l͟a͟h͟ b͟a͟n͟y͟a͟k͟ a͟i͟r͟ d͟i͟ s͟i͟a͟n͟g͟ h͟a͟r͟i͟, m͟i͟n͟u͟m͟ l͟e͟b͟i͟h͟ s͟e͟d͟i͟k͟i͟t͟ a͟i͟r͟ d͟i͟ m͟a͟l͟a͟m͟ h͟a͟r͟i͟, k͟o͟s͟o͟n͟g͟k͟a͟n͟ k͟a͟n͟d͟u͟n͟g͟ k͟e͟m͟i͟h͟ a͟n͟d͟a͟ s͟e͟b͟e͟l͟u͟m͟ t͟i͟d͟u͟r͟.
7. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ O͟t͟a͟k͟, t͟i͟d͟u͟r͟l͟a͟h͟ s͟e͟l͟a͟m͟a͟ d͟e͟l͟a͟p͟a͟n͟ j͟a͟m͟.
8. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ j͟i͟w͟a͟, m͟i͟l͟i͟k͟i͟ h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ I͟n͟t͟i͟m͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ S͟a͟n͟g͟ P͟e͟n͟c͟i͟p͟t͟a͟, A͟l͟l͟a͟h͟ Y͟a͟n͟g͟ M͟a͟h͟a͟ K͟u͟a͟s͟a͟.
H͟i͟d͟u͟p͟ i͟t͟u͟ s͟e͟d͟e͟r͟h͟a͟n͟a͟,
y͟a͟n͟g͟ r͟u͟m͟i͟t͟ i͟t͟u͟ p͟i͟k͟i͟r͟a͟n͟ k͟i͟t͟a͟.
H͟i͟d͟u͟p͟ i͟t͟u͟ m͟u͟r͟a͟h͟,
y͟a͟n͟g͟ m͟a͟h͟a͟l͟ i͟t͟u͟ g͟e͟n͟g͟s͟i͟ k͟i͟t͟a͟.
M͟a͟r͟i͟l͟a͟h͟ k͟i͟t͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ p͟a͟n͟d͟a͟i͟ b͟e͟r͟s͟y͟u͟k͟u͟r͟.
9. J͟i͟k͟a͟ A͟n͟d͟a͟ p͟e͟d͟u͟l͟i͟ p͟a͟d͟a͟ k͟e͟l͟u͟a͟r͟g͟a͟/t͟e͟m͟a͟n͟, b͟e͟r͟i͟t͟a͟h͟u͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ t͟i͟p͟s͟ i͟n͟i͟.
S͟e͟m͟o͟g͟a͟ B͟e͟r͟m͟a͟n͟f͟a͟a͟t, Aamiin allohumma aamiin..π€²π€²π€²
Gambar hanya pemanis
Urutan Kepangkatan Polisi
Dikutip dari jogja.polri.go.id urutan pangkat polisi Indonesia dibagi menjadi lima taraf, yaitu
1. taraf Perwira Tinggi,
2. taraf Perwira Menengah,
3. taraf Perwira Pertama,
4. taraf Bintara, dan
5. taraf Tamtama.
Dalam tingkatan Taraf Perwira Tinggi ada
3. Jendral,
2. Brigadir Jenderal Polisi (BRIGJENPOL) dan
1. Komisaris Jenderal Polisi (KOMJENPOL).
Dalam Taraf Perwira Menengah terdiri dari
3. Komisaris Polisi (KOMPOL),
2. Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan
1. Komisaris Besar (KOMBES).
Kemudian di tingkatan pangkat ketiga yaitu Taraf Perwira Pertama diisi oleh
3. Inspektur Polisi Dua (IPDA),
2. Inspektur Polisi Satu (IPTU), dan
1. Ajun Komisaris Polisi (AKP).
Pada tingkatan ke empat yaitu Taraf BINTARA diisi oleh pangkat
6. Brigadir Polisi Dua (BRIPDA),
5. Brigadir Polisi Satu (BRIPTU),
4. Brigadir Polisi (BRIGPOL),
3. Brigadir Polisi Kepala (BRIPKA),
2. Ajun Inspektur Polisi Dua (AIPDA) dan
1. Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU).
Urutan pangkat polisi yang paling bawah ialah Taraf TAMATAMA yang terdiri dari
6. Bhayangkara Dua (BHARADA),
5. Bhayangkara Satu (BHARATU),
4. Bhayangkara Kepala (BHARAKA),
3. Ajun Brigadir Polisi Dua (ABRIPDA),
2. Ajun Brigadir Polisi Satu (ABRIPTU)
1. Ajun Brigadir Polisi (ABRIP).
Disadur dari https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://nasional.tempo.co/amp/1467669/urutan-pangkat-polisi-dari-perwira-hingga-tamtama-ada-komisaris-polisi-pula&ved=2ahUKEwiW-JXBhf_wAhVM_ioKHcYZBnMQFjABegQIBBAG&usg=AOvVaw3O_iaf49-DW7oq0lVACEpb&cf=1&cshid=1622847262443
Kamis, 03 Juni 2021
Isi Cartridge Printer Printronix P7000 P8000
Mari kita lihat isi dari cartridge printer Printronix P8000 / P7000
Setelah diamati, ternyata memiliki kesamaan dengan cartridge ribbon untuk printer yang lain.
Sekian ulasan dari saya.
Senin, 24 Mei 2021
Renungkan
WASPADA FENOMENA AKHIR ZAMAN
1. Banyak rumah semakin besar, tapi keluarganya semakin kecil.
2. Gelar semakin tinggi, akal sehat semakin rendah.
3. Pengobatan semakin canggih, kesehatan semakin buruk.
4. Travelling keliling Dunia, tapi tidak kenal dengan tetangga sendiri.
5. Penghasilan semakin meningkat, ketentraman jiwa semakin berkurang.
6. Kualitas ilmu semakin tinggi, kualitas emosi semakin rendah.
7. Jumlah manusia semakin banyak, rasa kemanusiaan semakin menipis.
8. Pengetahuan semakin bagus, kearifan semakin berkurang.
9. Perzinahan semakin marak, kesetiaan semakin punah.
10. Semakin banyak teman di dunia maya, tapi tidak punya sahabat yang sejati.
11. Minuman semakin banyak jenisnya, air bersih semakin berkurang jumlahnya.
12. Pakai jam tangan mahal, tapi tak pernah tepat waktu.
13. Ilmu semakin tersebar, adab dan akhlak semakin lenyap.
14. Belajar semakin mudah, Guru semakin tidak dihargai.
15. Teknologi informasi semakin canggih, fitnah dan aib semakin tersebar.
16. Orang yang rendah ilmu banyak bicara, orang yang tinggi ilmu banyak terdiam.
17. Tontonan semakin banyak, tuntunan semakin berkurang. Akhirnya tontonan yang kurang baik, kurang mendidik berkembang jadi tuntunan. Sehingga yang Rusak Makin tambah Rusak.
Semoga kita menyadarinya dan berbenah diri dengan Perkembangan Zaman Now yang begitu memprihatinkan.
Semoga kita semua tetap berada didalam lindungan Allah Subhanahu wa ta'ala… π
οΊَﻣِο»΄ΩٍΩِΩﻦْ ... οΊَﻣِο»΄ΩٍΩِΩﻦْ ... οΊَﻣِο»΄ΩٍΩِΩﻦْ ο»³َοΊοΊَοΊْ οΊο»ٌο»َοΊο»َﻀِِο»΄ِﻦْ
Disadur dari WA grup Laskar Subuh by ~Nurhayati
Sabtu, 22 Mei 2021
Puisi yang mesti ditelaah
RINTIHAN AKHIR ZAMAN
Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi
wa sallam bersabda : (mafhumnya)
Akan tiba masanya atas ummat ku di mana
ke khusyu'kan dalam shalat akan hilang.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya kematian secara mendadak.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya gempa bumi terjadi.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
orang jujur didustakan, orang tepercaya
dituduh khianat, dan pengkhianat
dipercayai
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
Jika urusan umat di limpahkan kepada
pemimpin yang bukan ahlinya
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
seseorang muslim itu tidak akan
mengucapkan salam kecuali kepada orang
yang ia kenal saja.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya terjadi pembunuhan sesama
sendiri.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya masjid di bangun megah namun
sepi jamaah nya,
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya setiap orang tanpa kecuali akan
makan riba, orang yang tidak makan
langsung, pasti terkena debu debunya.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya seseorang tidak peduli dari
mana hartanya didapat, apakah dari yang
halal atau yang haram.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya manusia saling berbangga-
bangga dengan perbuatan maksiat mereka.
.
Para sahabat bertanya " kapan hal itu akan
terjadi wahai Rasulullah ?
Rasulullah saw menjawab "Semua itu akan
terjadi di akhir zaman, maka apabila hal itu
sudah terjadi maka tunggulah saat
kedatangan hari kiamat".
Lihat lah Hampir semua yg disebut di atas
itu telah berlaku di zaman kita sekarang ini.
Adalah Hari-hari yang sangat Ganjil.
Ibu-ibu & bapak-bapak hanya
mementingkan makanan yg sedap dan
pakaian yg cantik2 saja terhadap anak-anak
mereka.
Namun mereka lupa menanam ajaran
agama dan akhlak kepada anak-anak
mereka.
Hari-hari yang Ganjil.
Para pekerja tidak ikhlas bekerja dengan
alasan gaji yg diberi tidak mencukupi /
sedikit.
Namun mereka lupa sesungguh nya Allah
memberkahi rezeki yang halal dan
menghilangkan dari rezeki yang haram.
Hari-hari yang Ganjil
Pemuda dan pemudi berjam-jam
menghabiskan waktu mereka jalan-jalan
dan berplesiran di Mall atau di Pasaraya.
Namun mereka merasa letih dan berat
untuk mengerjakan shalat walau hanya dua
rakaat.
Hari-hari yang Ganjil.
Pemuda dan pemudi asik mendengar lagu-
lagu dengan hati yang girang gembira.
Namun jika untuk mendengar firman-firman
Allah, hati mereka menjadi sesak, seolah-
olah mereka hendak naik ke langit sedang
mereka tidak tahu bahwa perkara yang halal
tidak boleh bercampur dengan perkara
yang haram.
Hari-hari sangat Ganjil.
Kita bersungguh2 berusaha sehingga
mampu membeli apa yang kita suka, yg
enak-enak dan yang bagus-bagus, murah
atau mahal, kita sanggup membayar nya
walaupun dengan berapa harga sekalipun,
namun ketika kita ingin menderma ke dalam
kotak masjid, kita akan memilih uang kita yg
paling kecil sekali untuk di masukkan ke
dalam kotak amal.
Hari-hari yang Ganjil.
Kita set alarm sebelum tidur takut terlambat
bangun untuk pergi kerja. Namun kita lupa
untuk set kan alarm untuk bangun
menghadap Allah ketika shalat subuh.
Hari-hari sangat Ganjil
Kita saling caci dan membicarakan
keburukan makhluk-makhluk Allah, Namun
kita lupa akan firman Allah "Tiada suatu
ucapan pun yang di ucapkannya melainkan
ada di datangi malaikat pengawas yang
selalu hadir" .
Hari-Hari yang Ganjil.
Kita mengeluh dari banyak nya musibah dan
bencana, namun kita lupa akan firman Allah
" Maha Suci Allah yang telah menggerakkan
kendaraan ini untuk kami padahal kami
tiada kuasa menggerakkannya"
Hari-hari yang Ganjil.
Ibu-ibu & bapak-bapak membiarkan saja
istri dan anak perempuan mereka memakai
pakaian dengan menampakkan aurat
bahkan menimbulkan fitnah kepada orang
lain tanpa ada rasa bersalah dan tidak
berani untuk mencegahnya dengan alasan
itu adalah hak asasi manusia, kubur
masing2 dll....
Hari-hari yang Ganjil.
Pada saat pesan ini sampai kepada mu,
maka dengan engkau telah menjadi salah
seorang yang membantu dalam
memberikan peringatan tentang peraturan
serta syariat Allah dan sunnah-sunnah Nabi
Muhammad sollallaahu alaihi wa sallam.
Apa yang kami harapkan darimu adalah
turut serta menghidupkan sebahagian dari
sunnah Nabi saw ini walau hanya dengan
satu perbuatan sunnah saja.
Memelihara Hadis yang mulia dengan
demikian Anda telah bersama2 dengan kami
dalam menyebarkan sunnah-sunnah
Rasulullah sollallaahu alaihi wa sallam.
Jadilah anda salah seorang yang mengajak
kepada kebaikan.
Agar semakin bertambah ganjaran pahala
kita dapat karena sudi berdakwah
Insyaa Allah.
Bumi ini sudah tua soal kapan kiamat tidak
ada yang tau termasuk Rasulullah,Tapi
mengenai umur umat islam Rasulullah
pernah membocorkan bahwa umur umat
islam tidak sampai 1500 hijriah
sedangkan kita sekarang sudah 1440
hijriah, kapan lagi waktu kita untuk berbuat
baik, kapan lagi kita mau memperbanyak
amal jika waktu hidup kita tidak ada yang
tau.
Mudah-mudahan kita selamat hidup di dunia yang sebentar ini...
Menuju Akhirat yang kekal abadi
Saudaraku bila lidahmu tak sanggup menyebarkan kebaikan maka biarkanlah jari jarimu melakukanya.
Semoga jari itu akan menjadi saksimu bahwa dia telah membantu dakwah kami dan insya Allah jari itu beserta pemiliknya akan berada di syurga-NYA kelak berkah keikhlasan meramaikan dakwah kami.
❤️ Disadur dari WA grup "Dulur Saguru As Boxer" by ~Anang





