Selasa, 30 November 2021

Produk yang dijual

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Berikut produk kami.

1. Tiktuk.


Dengan varian rasa :

- Pedas

- Tidak pedas 

Dan jenisnya:

- Per bungkus

- Per kilogram

(Informasi lengkap hubungi kami di nomor WhatsApp +6285220203903)

2. Tahu Susu.


Memiliki satu varian rasa, yakni original.

(Untuk pemesanan, hubungi nomor WhatsApp kami diatas)

3. Meterai.


Tersedia meterai 10.000

Bagi yang membutuhkan silahkan kontak kami.



Senin, 29 November 2021

Kutipan shubuh hari ini (30.11.2021)

 *Masjid Friendly*


Pagi ini membaca spanduk Musholla al-Ghoffar di Jl. Raya Losari 86, Singosari, Malang, beredar di media sosial dan menarik, kata-katanya begini:


mampir sholatnya sini aja dulurs Yooh…

bisa Nunut mandi/toilet bersih

dengan tidak meninggalkan warisan


bisa ngecharge HP gratis (ipon, xiomay, hp jadol pun siap)


Kopi, Teh seduh/Air Mineral

(Tinggal Cur itikikikitik) + Snack


Boleh numpang istirahat

(Ngiler ditanggung takmir)


Ada sarung mukena sajadah sering dicuci (anti ngeres) 

+ baju taqwa auto hansem


Sedia loker barang (bawaan aman sholatpun tenang, hatipun riang)


Musafir, anak kecil, kurir, ojek online, pemulung, sales, pengemis, pengamen, dsb siapapun anda asal muslim beriman

welcome


lebih kurang begitu kata-katanya.


Saya juga teringat pendahulunya, seperti *Masjid Raya Al Insan*, Patal Senayan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. yang sedang bertransformasi menjadi Masjid Friendly.


Dewan Kemakmuran Masjid, membuka masjidnya 24 jam, untuk tamu Allah, *masjid ramah Backpacker/Musafir*.


Pengurusnya menyebarkan informasi di media sosial, seperti ini:


Untuk Sahabat Shalih semua yang memerlukan tempat bermalam di sekitaran Jakarta Selatan, khususnya wilayah dekat Kebayoran Lama, Senayan, Palmerah dan Sekitarnya dapat menghubungi Pengurus Masjid Raya Al Insan.


Disediakan : 

*Tenda dengan jaring anti nyamuk 

*Kasur busa untuk tidur, 

*Loker penyimpanan untuk barang dengan kunci.

*MCK/Toilet yang representatif


Cukup dengan menghubungi pengurus Masjid, menyerahkan kartu Identitas yang masih berlaku, dapat langsung bermalam di Masjid untuk maksimal 2 malam.


Nara Hubung:

Rudy Priyanto

087875662400

Ari Kuncoro

08987899727


Semakin banyak masjid friendly, ada masjid Jogokariyan, yang terkenal dengan saldo kasnya NOL, dan berbagai masjid yang telah terlebih dahulu menginisiasi.


Konsep lama pengelolaan masjid yang berlomba lomba membangun masjid megah, mulai bergeser menjadi masjid makmur dan megah, saldo kas masjid ratusan juta di deposito, secara bertahap bergulir kembali ke jamaah.


Masjid terkunci rapat, hanya di buka saat sholat saja, terkadang jamaah yang masbuk di tunggui pengurus masjid, cepat-cepat selesai sholatnya agar masjid di kunci lagi, ada pengumuman dilarang bawa anak-anak, dan berbagai cara terdahulu sepertinya semakin kurang relevan dengan perkembangan zaman.


Ada pula masjid yang mendirikan sekolah/madrasah/kampus, karena tuntutan zaman, semakin hari biayanya semakin mahal, bahkan terkadang dikatakan Sekolah Dasar Islam Termahal, yang mampu bersekolah di sekolah tersebut adalah kalangan ekonomi menengah dan atas. Misi pendidikan untuk semua kalangan termasuk ekonomi bawah, terhambat oleh biaya yang tidak murah.


Perlu berbaik sangka, pengurusnyapun ingin menghadirkan pendidikan berkualitas, murah bahkan gratis. Namun tidak mudah mengelola biaya yang semakin mahal, kebutuhan sarana prasarana pendidikan berkualitas yang semakin mahal, tenaga kependidikan, guru/dosen yang perlu digaji layak, berakibat biaya sekolahpun disesuaikan, semakin mahal. Perlu terobosan agar sekolah/madrasah/kampus yang berbasis masjid semakin friendly dengan semua kalangan.


Eranya pengurus masjid membuka masjidnya seluas-luasnya kepada jamaah dengan pelayanan maksimal, disediakan sarapan, disediakan nasi kotak setelah sholat jum’at, ada teh, kopi, camilan dan berbagai pelayanan kekinian lainnya.


Lebih mendekati esensi hadirnya masjid di tenggah masyarakat, kehadiran masjid menjadi pusat aktivitas pendidikan, muamalah dan peradaban. Sebagian awalnya motif makanan, teh/kopi, kenyamanan, snack, dll. Seiring waktu, masjid menjadi solusi masyarakat, menjadi pusat pendidikan, muamalah, dan peradaban. Masjid sebagai pusat ibadah mahdhoh, akan menjadi lebih bervariasi dengan hadirnya kegiatan muamalah lainnya, bahkan urusan negarapun di bahas di masjid.


*Dampak Sosial Ekonomi*


Secara bertahap aktivitas ini akan berdampak besar bagi sosial ekonomi, masyarakat akan merasakan bahwa masjid adalah solusi. Masjid bisa jadi langkah awal kembali guyubnya masyarakat dan keluarga, jika masjid bisa menjadi pusat pendidikan, muamalah, dan peradaban, rasa keimanan dan kekeluargaan akan semakin kental.


Jika ada yang berfikir, ketakutan industri, misalnya jika orang semakin mudah mendapatkan tempat menginap, bisa mengancam industri perhotelan. Justru dengan difungsikannya masjid dengan pelayanan prima, akan muncul segmen baru kunjungan bisnis dan pariwisata yang semakin mudah dan murah. Membuat industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) akan semakin bergeliat, perputaran akan semakin kencang. Industri pariwisata dan hotel perlu penyelarasan agar mengambil segmen baru, yaitu segmen MICE ramah muslim. Artinya tidak akan menganggu industri perhotelan.


Menurut Sistem Informasi Masjid Kementerian Agama, jumlah masjid di seluruh Indonesia sebanyak 277.927 unit. Rinciannya, terdapat satu masjid negara, 33 masjid raya, 423 masjid agung, 4.793 masjid besar, 226.152 masjid jami, 966 masjid bersejarah, dan 45.553 masjid di tempat publik. (katadata.co.id). Jika pengelolaan masjid sebanyak 277.927 unit ini semakin muslim friendly, ekonomi akan bergerak semakin kencang, perjalanan akan semakin murah, ibadah semakin baik, kualitas perjalanan akan semakin bermakna.


Di tunggu kreatifitas, inovasi pelayanan masjid-masjid selanjutnya, jadikan masjid menjadi pusat ibadah, pendidikan, muamalah dan peradaban dengan mudah dan murah.


semoga bermanfaat.


Pondok Pinang, 1611021 PK11.09WIB

by Jaharuddin

(Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Pusat)


Jika bermanfaat bebas di share๐Ÿ™


Dikutip dari WAG : FORUM SILATURAHMI Gebah

Rabu, 03 November 2021

Ban dan keperluan nya

 


Ada ban untuk di jalan raya, untuk jalan berkelok, untuk jalan bersalaju, di kota, berpasir dan berbatu.

Selamat menikmati perjalanan.

Minggu, 26 September 2021

Sejarah G30S PKI

 *INILAH SEJARAH YANG TIDAK BOLEH DILUPAKAN OLEH KITA SEMUA*


*Tgl 31 Oktober 1948 :*

Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH.Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).


*Akhir November 1948 :*

Seluruh Pimpinan PKI Muso berhasil ditangkap, dan Seluruh Daerah yg semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.


*Tgl 19 Desember 1948*

Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.


*Tahun 1949 :* 

PKI tetap Tidak Dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan Rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.


*Awal Januari 1950 :*

Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan Pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi Para Korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 Kerangka Mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 Kerangka Mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para Korban berasal dari berbagai Kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.


*Tahun 1950 :* 

PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.


*Tgl 6 Agustus 1951 :*

Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua Senjata Api yang ada.


Tahun 1951 : 

Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yang sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.


*Tahun 1955 :* 

PKI ikut Pemilu Pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.


*Tgl 8-11 September 1957 :* 

Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang–Sumatera Selatan Mengharamkan Ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua Mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.


*Tahun 1958 :*

Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan Pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.


*Tgl 15 Februari 1958 :*

Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi Mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun Pemberontakan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.


*Tanggal 11 Juli 1958 :*

DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.


*Bulan Agustus 1959 :*

TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun Kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.


*Tahun 1960 :* 

Soekarno meluncurkan Slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.


*Tgl 17 Agustus 1960 :*

Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang "PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)" dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam Pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.


*Medio Tahun 1960 :* Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 Juta orang.


*Bulan Maret 1962 :* 

PKI resmi masuk dalam Pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.


*Bulan April 1962 :*

Kongres PKI.


Tahun 1963 : 

PKI Memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara” melawan Malaysia.


*Tgl 10 Juli 1963 :* 

Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.


*Tahun 1963 :* 

Atas desakan dan tekanan PKI terjadi penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH.Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH.Isa Anshari, KH.Mukhtar Ghazali, KH.EZ. Muttaqien, KH.Soleh Iskandar, KH.Ghazali Sahlan dan KH.Dalari Umar.


*Bulan Desember 1964 :*

Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.


*Tgl 6 Januari 1965 :*

Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1/KOTI/1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah Memfitnah PKI.


*Tgl 13 Januari 1965 :* Dua Sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) Menyerang dan Menyiksa Peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan Pelajar Wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.


Awal Tahun 1965 : 

PKI dengan 3 Juta Anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).


*Tgl 14 Mei 1965 :* 

Tiga Sayap Organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut Perkebunan Negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dgn Menangkap dan Menyiksa serta Membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.


*Bulan Juli 1965 :* 

PKI menggelar Pelatihan Militer untuk 2000 anggota'y di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara”.


*Tgl 21 September 1965*:

Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.


*Tgl 30 September 1965 Pagi :* 

Ormas PKI Pemuda Rakyat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.


*Tgl 30 September 1965 Malam :* 

Terjadi Gerakan G30S/PKI atau disebut GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) : PKI Menculik dan Membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT.Haryono, Letjen S.Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga Rumah Kediaman Wakil PM Dr.J.Leimena yang bersebelahan dgn Rumah Jenderal AH.Nasution. 

PKI juga menembak Putri Bungsu Jenderal AH.Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, *Ade Irma Suryani Nasution*, yang berusaha menjadi Perisai Ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.

G30S/PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah Perwira ABRI (TNI/Polri) dari berbagai Angkatan, antara lain : Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief. Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi. Angkatan Udara : Men/Pangau Laksda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono. Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.


*Tgl 1 Oktober 1965 :*

PKI di Yogyakarta juga Membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil Alih Kekuasaan.


*Tgl 2 Oktober 1965 :*

Letjen TNI Soeharto mengambil alih Kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari PKI.


*Tgl 6 Oktober 1965 :*

Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha Melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan Terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.


*Tgl 13 Oktober 1965 :*

Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di Seluruh Jawa.


*Tgl 18 Oktober 1965 :*

PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk Pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah Keracunan mereka di Bantai oleh PKI dan Jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa/Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi Saksi Mata peristiwa. Peristiwa Tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.


*Tgl 19 Oktober 1965 :* Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.


*Tgl 11 November 1965 :* 

PNI dan PKI bentrok di Bali.

Tgl 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta di Hukum Mati.


Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.


*Tgl 11 Maret 1966 :*

Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah Pengamanan Negara RI.

B

*Tgl 12 Maret 1966 :*

Soeharto melarang secara resmi PKI. 

*Bulan April 1966 :*

Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.


*Tgl 13 Februari 1966 :*

Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang Pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”


*Tgl 5 Juli 1966 :* 

Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS–RI Jenderal TNI AH.Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.


Bulan Desember 1966 :

Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi Hukuman Mati pada tahun 1967.


Tahun 1967 : 

Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di Blitar Selatan bersama Kaum Tani PKI.


*Bulan Maret 1968 :*

Kaum Tani PKI di Blitar Selatan menyerang para Pemimpin dan Kader NU, sehingga 60 (enam puluh) Orang NU tewas dibunuh.


*Pertengahan 1968 :*

TNI menyerang Blitar Selatan dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI. Dari tahun 1968 s/d 1998 Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasiya dilarang di Seluruh Indonesia dgn dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966. Dari tahun 1998 s/d 2015


*Pasca Reformasi 1998*

Pimpinan dan Anggota PKI yg dibebaskan dari Penjara, beserta keluarga dan simpatisanya yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan Fakta Sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN Pejuang Kemerdekaan RI. Sejarah Kekejaman PKI yg sangat panjang, dan jgn biarkan mereka menambah lagi daftar kekejamanya di negeri tercinta ini.


Semoga Tuhan YME senantiasa melindungi kita semua


*BAGIKAN SEJARAH INI.* 

*JADIKAN PELAJARAN*

*BUAT GENERASI YANG AKAN DATANG*

Rabu, 15 September 2021

Pas usianya

 Hari ini tanggal 12 September 2021

Anakku yang pertama Rakha Zaid Jamhuri (06-05-2016) 5 tahun 4 bulan 6 hari

Anakku yang kedua Rania Raudhatul Jannah (02-09-2018) 3 tahun 10 hari

Dari istri ku yang baik Rifa Nurul Arham

Aku Redi Cahyadi (29-07-1986) 35 tahun 1 bulan 13 hari

Jadilah seperti ini.